Skip to content

Others

Propolis

Propolis berasal dari cairan lengket yang dikumpulkan oleh lebah dari pepohonan dan kuncup tanaman, berwarna cokelat atau kuning kemerah-merahan. Propolis adalah bahan campuran kompleks malam, resin, balsam, minyak dan sedikit polen. Komposisinya sangat bervariasi tergantung dari spesies tumbuhan asalnya. Propolis banyak dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit dalam seperti kanker serta digunakan sebagai antibiotik alami.

Fakta dan Kandungan Propolis

Sejak tahun 350 SM hingga kini, propolis dipercaya sebagai obat herba yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Masyarakat Yunani kuno menggunakan propolis sebagai obat bisul atau abses. Sementara banyak masyarakat negara lain memanfaatkan propolis untuk menangkal infeksi dan membantu proses penyembuhan saat luka atau bahkan untuk mengatasi tumor.

Seperti madu dengan kandungan yang beragam dan bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan, propolis mengandung lebih dari 300 senyawa kimia. Kandungan terbanyak adalah senyawa polifenol yang bertugas sebagai antioksidan untuk mengatasi kerusakan dan penyakit di dalam tubuh. Salah satu senyawa polifenol ialah flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan.

Namun, komposisi propolis tidak selalu sama di seluruh dunia. Sebab, kandungan propolis sangat ditentukan oleh lokasi lebah, serta jenis pohon dan tumbuhan di suatu negara. Alasan inilah yang membuat para ahli cukup kesulitan dalam menyimpulkan manfaat propolis bagi kesehatan.

Manfaat Propolis Berdasarkan Penelitian Medis
Propolis diduga bekerja melawan bakteri, virus, dan jamur. Meski telah diteliti dengan baik oleh para pakar dan sudah terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, namun efektivitas propolis belum cukup terbukti secara ilmiah dan perlu dikaji lebih lanjut lagi secara klinis.

Selain itu, manfaat propolis untuk kondisi-kondisi berikut ini juga masih memerlukan penelitian secara ilmiah:

  • Infeksi, peradangan, dan luka.
  • Sariawan dan candidiasis mulut.
  • Infeksi bakteri Heliobacter pylori.
  • Infeksi saluran pernapasan atas.
  • Giardiasis atau infeksi usus.
  • Kanker tenggorokan dan kanker hidung.
  • Tuberkulosis
  • Vaginitis
  • Luka bakar ringan.


Penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk membuktikan manfaat propolis dalam menangani sejumlah penyakit, dosis, serta tingkat keamanannya.