Skip to content

Honey

Madu yang di pasarkan PT Mitra Peternak Lebah

PT Mitra Peternak Lebah memasarkan berbagai jenis madu dari berbagai bunga dan pohon, seperti berikut.

Madu durian

Madu Durian yaitu madu yang berasal dari nektar bunga pohon durian. Berwarna kuning, encer dan rasanya agak pahit. Berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan rasa mual, memperbaiki aliran darah, bersifat stimulan, dan menyembuhkan luka bakar.

Madu karet

Madu karet diambil dari nektar bunga karet oleh lebah yang biasanya diternakkan di sekitar hutan karet. Madu karet ini memiliki ciri khas yaitu mudah mengkristal jika dibandingkan dengan madu randu karena kandungan glukosa yang tinggi sebesar 41,2%.

Madu Kopi

Madu bunga kopi merupakan madu yang dihasilkan dari lebah yang diberi pakan nektar kopi. Madu bunga kopi memiliki fruktosa sebesar 38% dengan warna jernih kekuningan dan kekentalan yang sedikit lebih encer dibandingkan madu jenis lain karena kadar airnya yang cukup tinggi yaitu sekitar 30%. Madu bunga kopi kaya akan zat hidrat arang, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Madu bunga kopi sangat efektif untuk mengobati sembelit, kecanduan merokok, susah tidur/insomnia, gangguan pencernaan, tekanan darah rendah dan migrain. Catatan: Untuk madu yang mudah mengkristal disarankan agar tidak disimpan di dalam kulkas, tetapi tetap dihindarkan dari sinar panahari atau sumber panas. Sedangkan untuk madu yang tidak mudah mengkristal bisa disimpan pada suhu rendah untuk menjaga kualitas/ kekentalan madu.


Madu mangga

Madu manga dihasilkan dari lebah yang digembalakan di daerah yang didominasi oleh tanaman manga pada saat musim bunga manga. Madu mangga memiliki rasa manis, aroma kuat dan warna yang hitam pekat. Warna gelap pada madu dikarenakan kandungan komponen fenolik serta mineral yang tinggi.

Madu jambu mete

Madu Mete adalah madu yang dihasilkan oleh lebah Apis Mellifera. Lebah ini mengumpulkan nektar dari bunga yang sebagian adalah bunga pohon jambu mete. Madu mete memiliki karakter yang mudah mengkristal, sehingga lebih baik tidak disimpan di dalam kulkas.

Madu Rambutan

Madu Rambutan adalah madu yang dihasilkan oleh lebah ternak produktif yang digembalakan diarea sekitar perkebunan rambutan. Jenis madu ini sama dengan jenis madu pada umumnya mempunyai kadar air sekitar 18% hingga 22%. Madu rambutan tergolong madu yang menggumpal jika disimpan di dalam kulkas lebih dari 10 bulan, hal ini dikarenakan kandungan glukosa yang tinggi pada madu jenis ini. Rasa Madu Rambutan sangat manis dengan aroma yang harum, manis, segar, wangi khas buah rambutan, Warna Madu Rambutan coklat bening terkadang agak gelap dan memiliki buih halus pada permukaannya.

Madu Sengon

Madu sengon memiliki karakteristik yang mirip dengan madu kopi, yakni berwarna jernih kekuningan dan kekentalan yang rendah, akan tetapi aroma madu sengon memiliki karakter tersendiri yaitu beraroma khas sengon. Madu sengon diyakini mampu memperlancar peredaran darah, sehingga dapat mencegah stroke.

Madu Randu

Madu randu diambil dari nektar bunga pohon randu, umumnya memiliki aroma randu yang khas serta rasanya yang manis sedikit asam. Warna madu randu ialah cokelat terang dengan kekentalan yang cukup karena madu randu memiliki kadar air sekitar 21-23%. Madu randu termasuk dalam kelompok madu yang tidak mengkristal karena kadar sukrosanya yang rendah sekitar 3,06%.

Madu Kaliandra

Madu kaliandra diperoleh dari lebah ternak yang digembalakan di daerah hutan kaliandra. Madu kaliandra memiliki sifat yang berbeda dari ragam madu lainnya yakni berwarna kuning cerah dan berserat halus. Kandungan glukosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan fruktosanya menyebabkan madu kaliandra mudah mengkristal sehingga tidak dianjurkan untuk menyimpan madu kaliandra di dalam kulkas.