Skip to content

Did You Know?

Manfaat dan Kandungan Madu

Madu memiliki kalori gula dan dapat menyerap lemak dengan baik, terutama kalau dikonsumsi bersamaan dengan air hangat. Madu memiliki banyak kandungan bergizi seperti mineral dan vitamin, yang didapat dari nektar bunga yang berhasil dihisap oleh lebah.

Madu memiliki sifat antibiotik sehingga dapat digunakan sebagai antiseptik alami yang dapat digunakan dan tanpa adanya efek samping. Madu juga memiliki kandungan nutrasetikal yang efektif mengeluarkan radikal bebas dari tubuh manusia. Sehingga kekebalan tubuh kita akan meningkat dan membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Manfaat Madu

KENALI JENIS-JENIS LEBAH

 

Tahukah kalian? Bahwa lebah penghasil madu itu ada beberapa jenis, loh! Yuk kita kenali!

Lebah madu mencakup sekitar tujuh spesies dari sekitar 20.000 spesies lebah yang ada. Nah, yang akan kita ulas di sini ada 4 spesies :

 

  1. Lebah Lokal (Apis cerana)

Banyak tersebar di Asia, diantaranya ditemukan di Indonesia, Afganistan, Cina dan Jepang.  Jenis lebah madu ini bisa dibudidayakan baik secara tradisional mapun secara moderen dalam sebuah kotak yang bisa dipindah-pindahkan. Dalam satu kotak (stup) lebah ini bisa dipanen sebanyak tiga kali dengan produksi madu 2-5 kg per tahun.

Bila dibandingkan dengan jenis lebah madu budidaya lainnya, seperti Apis mellifera, lebah ini dinilai kurang produktif. Selain itu, Apis cerana dipandang memiliki sifat sedikit ganas sehingga upaya untuk menternakannya relatif lebih sulit.

 

  1. Lebah Impor (Apis mellifera)

Apis mellifera merupakan jenis lebah madu utama yang dibudidayakan di banyak negara, termasuk Indonesia. Para peternak memilih lebah ini karena daya adaptasinya yang tinggi terhadap berbagai keadaan iklim, menghasilkan banyak madu, dan tidak terlalu agresif (Gojmerac, 1983). Apis mellifera merupakan jenis lebah eropa yang didatangkan dari Australia.

Ukurannya 1,25 kali lebih besar daripada A. cerana. Panjang lebah ratu sekitar 1,9 cm, jantan 1,65 cm dan lebah pekerja sekitar 1,35 cm. Warna tubuh bervariasi dari coklat gelap sampai kuning hitam, sifatnya sabar dan selalu menjaga sarangnya agar tetap bersih.

 

  1. Lebah Klanceng (Trigona sp.)

Lebah jenis ini tidak memiliki sengat seperti lebah-lebah jenis lain. Di Indonesia lebah tak bersengat dikenal dengan beberapa nama tergantung daerahnya, antara lain Teuwel (Jawa Barat) dan Klanceng (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Sementara itu di Sumatra Barat, kelompok lebah ini disebut dengan Galo-galo. Lebah klanceng (Trigona sp) di alam membentuk koloni di dalam lubang pohon, rongga kayu dan lubang bambu.

Ciri cirinya adalah tubuh berukuran kecil, ramping, panjangnya 2,5 mm – 3,25 mm dengan tubuh berwarna coklat kehitaman. Produktivitas madunya relatif kecil hanya sekitar 1-3 kg per koloni per tahun. Di pasaran produk dari jenis lebah madu Apis florea dikenal sebagai madu klanceng.

 

  1. Lebah Liar/ Tawon Gung (Apis dorsata)

Lebah ini sering disebut juga sebagai lebah hutan karena lokasi bersarangnya sering berada di tempat yang sulit dijangkau seperti di cabang pohon, bukit batu yang terjal atau loteng. Oleh karena itu lebah jenis ini masih sulit untuk dibudidayakan selain karena sifatnya yang ganas. Lebah A. dorsata dapat tinggal di dataran rendah maupun tinggi hingga ketinggian 1000 mdpl dan hanya berkembang di kawasan tropis dan subtropis. Di Indonesia, Apis dorsata masih banyak ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara.

Hasil penelitian di Kebun Raya Bogor, lebah-lebah ini mulai datang pada bulan Juni/Juli, kemudian menetap sampai sekitar bulan Februari/Maret, setelah bulan-bulan itu tidak ditemukan keberadaannya. Belum diketahui dengan jelas ke arah mana pindahnya lebah-lebah tersebut. Biasanya, lebah A. dorsata ini akan membuat sarang di pohon yang sama apabila dia kembali ke kawasan hutan yang pernah mereka tinggali.

Apis dorsata merupakan lebah terbesar yang berukuran sekitar satu sentimer sampai 2,5 sentimeter. Lebah hutan ini merupakan lebah madu Asia yang paling produktif menghasilkan madu. Namun sayang, sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa lebah jenis ini bisa diternakkan. Produk utama lebah ini adalah madu yang disebut madu hutan dan malam dengan produksi madu mencapai 10-20 kg per koloni dalam sekali panen.